Minggu, 30 Oktober 2011

MERUBAH PRADIGMA POSITIF

Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya ada dosa-dosa yang tidak terhapuskan dengan melakukan shalat, puasa, haji & umrah." Para sahabat bertanya, "Lalu, apa yang dapat menghapuskannya, wahai Rasulullah SAW?" Beliau menjawab, "Bersemangat dalam mencari rezeki."

Semangat dalam bekerja merupakan keharusan untuk siapa pun yang ingin mendapa...tkan kesuksesan & kebahagiaan. Baik sukses di dunia maupun akhirat. Begitu pun, dengan orang yang semangat dalam bekerja, dia akan meraih kebagiaan. Bahagia karena akan mendapatkan impian & harapannya.

"Apabila telah ditunaikan shalat, bertebaranlah kamu di muka bumi, carilah karunia Allah & ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung" (QS Al Jumu'ah 62:10). Rasulullah SAW bersabda, "Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat & puasa)" (HR Thabrani & Baihaqi).

Allah Al Hasiib Maha Memperhitungkan & Membalas semua amal perbuatan kita. Tugas kita adalah memilih melakukan sebab-sebab yang akan membawa kita pada akibat yang kita inginkan. Akibat yang kita inginkan adalah DBAS (Dunia Bahagia Akhirat Surga), menjalani kehidupan Sukses-Mulia. Sukses berarti mendapat karunia 4 Ta (Harta, Tahta, Kata & Cinta) yang berlimpah penuh berkah. Mulia berarti kita pergunakan kesuksesan yang sudah kita nikmati untuk membantu sebanyak mungkin orang lain menjalani kehidupan DBAS & Sukses-Mulia seperti kita.

Untuk mendapatkan semua akibat yang kita inginkan tsb, kita perlu melakukan sebab-sebabnya yaitu dengan BERPIKIR, BERSIKAP, BERBICARA & BERTINDAK semakin 2PK (Positif, Produktif & Kontributif) & bekerja semakin 8As (Kerja keras, cerdas, ikhlas, tuntas, berkualitas, lugas, antusias & selaras) ditambah 1 Ma (kerja sama saling menguntungkan dengan pribadi-pribadi yang 2PK, 8As & 1Ma lainnya.

Minggu, 23 Oktober 2011

PRADIGMA POLA PIKIR NEGATIF

Assalamu alaikum Sahabat.

"Sungguh beruntung orang-orang yang BERIMAN, yaitu mereka yang khusyu' shalatnya & menjauhkan diri (secara lahir & batin & tidak memberi perhatian) terhadap hal-hal yang tidak bermanfaat" (QS Al Mu'minun 23:1-3).

Paling tidak ada sepuluh cara BERPIKIR yang tidak bermanfaat:

Pertama, penyimpulan berlebihan. Membuat kesimpulan umum hanya berdasarkan satu bukti atau peristiwa. Ketika hal buruk terjadi, kita percaya bahwa hal tsb akan terjadi terus menerus. "Saya telah gagal menyelesaikan proyek ini tepat waktu. Saya memang tidak akan pernah melakukan apa pun dengan benar"

Kedua, penyaringan. Hanya berkonsentrasi pada hal-hal negatif dengan mengabaikan hal-hal positif. "Saya tahu bahwa atasan saya memuji pekerjaan saya. Namun ia juga menemukan beberapa kesalahan yang perlu saya perbaiki. Ia pasti berpikir bahwa saya tidak bisa diandalkan"

Ketiga, semua atau tidak sama-sekali. Berpikir secara hitam-putih atau dalam kerangka semua atau tidak sama sekali. ""Saya tidak akan mampu menyelesaikan hal ini. Jadi saya tidak perlu memulainya"

Keempat, menyalahkan diri sendiri atas suatu kesalahan yang sebenarnya tidak dilakukan & menganggap sikap, perkataan & tindakan orang lain sebagai sindiran. "Dia pasti tidak menyukai saya; kalau suka pasti dia melambaikan tangan kepada saya"

Kelima, pengundang bencana. Selalu berpikir bahwa diri kita akan tertimpa bencana. "Bagaimana jika saya membuat kesalahan bodoh lalu semua orang menertawakan saya?"

Keenam, pengikut perasaan. Memperlakukan perasaan negatif tentang diri sendiri sebagai fakta & kebenaran. "Saya merasa diri saya jelek. Pasti saya memang jelek"

Ketujuh, pembaca pikiran. Mengasumsikan pikiran, perasaan & perilaku orang lain tanpa mengecek bukti-buktinya atau menanyakan kebenarannya. "Atasan saya berbincang-bincang dengan teman saya, beliau pasti lebih menyukai teman saya daripada saya"

Kedelapan, peramal. Meramalkan sebuah akibat & berasumsi bahwa ramalan tsb pasti benar. Pengharapan negatif ini akhirnya jadi kenyataan. "Dari dulu saya selalu seperti ini. Saya tidak mungkin mengalami kemajuan selamanya"

Kesembilan, pengikut keharusan. Mengikuti pernyataan-pernyataan yang menggunakan kata "seharusnya" dapat menciptakan gambaran diri & orang lain yang tidak realistis. "Orang-orang seharusnya selalu bersikap baik pada saya"

Kesepuluh, suka membesar-besarkan pengalaman & informasi negatif atau mengecil-ngecilkan pengalaman & informasi positif. "Ia berkata bahwa saya telah menyelesaikan tugas saya dengan baik, tetapi mungkin ia hanya berbasa-basi"

Subhanallah! Good afternoon My Friends. Have a POSITIF, OPTIMISTIC & HUSNUZHON Sunday!